Tampilkan postingan dengan label ilmuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ilmuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 September 2023

FOLIKULITIS


FOLIKULITIS

 




DEFINISI

Radang folikel rambut.

ETIOLOGI

Staphylococcus aureus.

KLASIFIKASI
1. Folikulitis superfisialis: terdapat di dalam epidermis

SINONIM

Impetigo Bockhart

GEJALA KLINIS

Tempat predileksi di tungkai bawah. Kelainan berupa papul atau pustul yang eritematosa dan di tengahnya terdapat rambut, biasanya multipel. 

Gejala Folikulitis

Gejala folikulitis tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Namun, folikulitis umumnya menimbulkan sejumlah gejala berikut:

  • Bintik-bintik kecil kemerahan atau seperti jerawat di kulit tempat rambut tumbuh
  • Benjolan berisi nanah yang dapat membesar atau pecah
  • Benjolan terasa perih, panas, sakit, atau gatal
  • Rambut di area yang meradang mengalami kerontokan

2. Folikulitis profunda: sampai ke subkutan Gambaran klinisnya seperti di atas , hanya teraba infiltrat di subkutan. Contohnya sikosis barbe yang berlokasi di bibir atas dan dagu, bilateral. 


DIAGNOSIS BANDING

GEJALA KUNIS

Tinea barbe, lokalisasinya di mandibula atau submandibula, unilateral. Pada tinea barbe sediaan dengan KOH positif.

PENGOBATAN

Antibiotik sistemik/topikal. Cari faktor predisposisi. 


Pencegahan Folikulitis

Folikulitis bisa dicegah dengan melakukan upaya-upaya sederhana, seperti:

  • Jaga kulit tetap bersih dan lembap, terutama jika rentan terserang infeksi, misalnya karena menderita diabetes.
  • Gunakan krim pencukur sebelum mencukur, dan oleskan krim pelembap setelah mencukur.
  • Pastikan untuk menggunakan pisau cukur yang tajam dan baru setiap mencukur. Bila memungkinkan, gunakan pencukur elektrik atau krim penghilang bulu.
  • Hindari mengenakan pakaian yang ketat agar tidak terjadi gesekan antara kulit dan pakaian.
  • Gunakan produk perawatan kulit yang menjaga kelembapan kulit dan tidak menyumbat pori-pori kulit.
  • Selalu gunakan handuk yang bersih dan jangan berbagi pakai handuk, alat cukur, atau barang pribadi lainnya dengan orang lain.
  • Hindari berendam pada tempat yang kebersihannya tidak terjamin.
  • Rajin cuci tangan dengan air bersih dan sabun.

daftar pustaka


Lim, S., Shin, K., & Mun, J. (2022). Dermoscopy for Cutaneous Fungal Infections: A Brief Review. Health Science Reports, 5(1), pp. 1–5.
Lin, H., et al. (2021). Interventions for Bacterial Folliculitis and Boils (Furuncles and Carbuncles). The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2(2), pp. 1–103.
Del Giudice, P. (2020). Skin Infections Caused by Staphylococcus Aureus. Acta Dermato-venereologica, 100(9), pp. 1–8.
Schuler, A., Veenstra, J., & Tisack, A. (2020). Folliculitis Induced by Laser Hair Removal: Proposed Mechanism and Treatment. The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, 13(5), pp. 34–36.
National Institutes of Health (2022). National Library of Medicine. Folliculitis.
Cleveland Clinic (2021). Disease & Conditions. Folliculitis.
Mayo Clinic (2022). Diseases & Conditions. Folliculitis.
Healthline (2022). Folliculitis: What It Is and What You Can Do About It.
Patient Info (2020). Folliculitis.
WebMD (2022). Folliculitis.


Minggu, 10 September 2023

Pengertian, Fungsi, dan Prosedur Elektrokardiogram (EKG)

Pengertian, Fungsi, dan Prosedur Elektrokardiogram (EKG) 

  


 


PENGERTIAN

Elektrokardiogram (EKG) adalah grafik yang di buat oleh sebuah elektrokardiograf, yang merekam aktivitas kelistrikan jantung dalam waktu tertentu. Namanya terdiri atas sejumlah bagian yang berbeda : elektro, karena berkaitan dengan elektronika, kardio , kata yunani untuk jantung, gram, sebuah kata yunani yang berarti “menulis” ( http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram).

Elektrokardiogram atau yang biasa kita sebut dengan EKG merupakan rekaman aktivitas kelistrikan jantung yang ditimbulkan oleh sistem eksitasi dan konduktif khusus jantung. Jantung normal akan memiliki impuls yang muncul dari simpul SA kemudian di hantar ke simpul AV dan serabut purkinje. Perjalanan impuls inilah yang akan direkam oleh EKG sebagai alat untuk menganalisa kelistrikan jantung.

Dalam EKG perlu diketahui tentang sisitem konduksi (listrik jantung), yang terdiri dari :

1.      SA Node (sino-atrial Node)

Terletak di batas atrium kanan (RA) dan vena cava superior (VCS). Sel-sel dalam SA Node ini bereaksi secara otomatis dan teratur mengeluarkan impuls (rangsangan listrik) dengan frekuensi 60-100 kali per menit, kemudian menjalar ke atrium, sehingga menyebabkan seluruh atrium terangsang.

2.      AV Node (Atrio- Ventrikular node)

Terletak di septum internodal bagian sebelah kanan, di atas katup trikuspid. Sel-sel dalam AV Node dapat juga mengeluarkan impuls dengan frekuensi lebih redah dan pada SA Node yaitu : 40-60 kali permenit. Oleh karena AV Node mengeluarkan impuls lebih rendah, maka di kuasai oleh SA N ode yang mempunyai impuls lebih tinngi. Bila SA Node rusak, maka impuls akan di keluarkan oleh AV Node.

3.      Berkas His

Terletak di septum interventrikular dan bercabang 2, yaitu :

a.      Cabang berkas kiri ( Left Bundle Branch )

b.      Cabang berkas kanan ( Right Bundle Branch )

Setelah melewati kedua cabang ini, impuls akan di teruskan lagi ke cabang-cabang yang lebih kecil yaitu serabut purkinje.

4.      Serabut purkinje

Serabut purkinje ini akan mengadakan kontak dengan sel-sel ventrikel. Dari sel-sel ventrikel impuls di alirkan ke sel-sel yang terdekat sehingga seluruh sel akan dirangsang. Di ventrikel juga akan tersebar sel-sel pace maker (impuls) yang secara otomatis mengeluarkan impuls dengan frekuensi 20-40 kali permenit.


TUJUAN DAN INDIKASI

1.      Tujuan

Beberapa tujuan dari penggunaan EKG adalah :

a.      Untuk mengetahui adnya kelinan- kelainan irama jantung/ disritmia

b.      Kelinan- kelinan otot jantung

c.       Pengaruh/efek obat-obat jantung

d.     Gangguan-gangguan elektrolit

e.      Perikarditis

f.        Memperkirakan adanya pembesaran jantung/hipertropi atrium dan ventrikel

g.      Menilai fungsi pacu jantung.

2.      Indikasi dari Penggunaan EKG

Elektrokardiogram tidak menilai kontraktilitas jantung secara langsung. Namun, EKG dapat memberikan indikasi menyeluruh atas naik-turunnya suatu kontraktilitas. Analisis sejumlah gelombang dan vektor normal depolarisasi dan repolarisasi menghasilakn informasi diagnostik yang penting. Adapun indikasi EKG adalah :

a.      Merupakan standar emas untuk diagnosis aritmia jantung

b.      EKG memendu tingkatan terapi dan resiko untuk pasien yang dicurigai ada infark otot jantung akut.

c.       EKG membantu menemukan gangguan lektrolit (mis, hiperkalemia dan hipokalemia)

d.     EKG memungkinkan penemuan abnormalitas konduksi ( mis: blok cabang berkas kanan dan kiri )

e.      EKG di gunakan sebagai alat tapis penyakit jantung iskemik selam uji  stress jantung

f.        EKG kadang-kadang berguna untuk mendeteksi penyakit bukan jantung (mis : emboli paru atau hipotermia ).



MACAM DAN MAKNA GELOMBANG EKG

1.      Bentuk gelombang

Dalam satu gelombang EKG ada yang disebut titik, interval dan segmen. Titik terdiri dari P,Q,R,S,T,dan U ( kadang sebagian referensi tidak menampilkan titik U ) sedangkan interval terdiri dari PR interval, QRS interval QT interval dan segmen terdiri dari PR segemen, dan ST segmen. Elektrokardiogram terdiri atas sebuah gelombang P, sebuah kompleks QRS dan sebuah gelombang T. Seringkali kompleks QRS itu terdiri atas 3 gelombang yang terpisah, yakni gelombang Q, gelombang R, dan gelombang S, namun jarang ditemukan, sinyal EKG terdiri atas :

a.      Gelombang P, terjadi akibat kontraksi otot atrium, gelombang ini relatif kecil karena otot atrium yang relatif tipis. Bentuk gelombang P dapat diperoleh dengan memproyeksikan vektor P pada garis-garis sandapan. Pada bidang Frontal

b.      Gelombang QRS, terjadi akibat kontraksi otot ventrikel yang tebal sehingga gelombang QRS cukup tinggi. Gelombang Q merupakan depleksi pertama ke bawah. Selanjutnya depleksi ke atas adalah gelombang R. Depleksi ke bawah setelah gelombang R di sebut gelombang S.

c.       Gelombang T, terjadi akibat kembalinya otot ventrikel ke keadaan listrik istirahat ( repolarisasi ).


2.      Pembentukan gelombang

Ketika impuls dari nodus SA menjalar kedua atrium, terjadi depolarisasi dan repolarisasi di atrium dan semua sadapan merekamnya sebagai gelombang P deleksi positif, terkecuali aVR yang menjauhi arah aVR sehingga defleksinys negatif. Setelah dari atrium, listrik menjalar ke nodus AV, berkas His, LBB dan RBB, serat serabut purkinje. Selanjutnya, terjadi depolarisasi di kedua ventrikel dan terbentuk gelombang QRS defleksi positif, kecuali aVR. Setelah terjadi depolarisasi di kedua ventrikel, ventrikel kemudian mengalami repolarisasi. Repolarisasi dikedua ventrikel menghasilkan gelombang T defleksi positif disemua sadapa, kecuali di aVR. ( F. Sangadji ).

Elektrokardiogram normal terdiri dari sebuah gelombang P, sebuah “ kompleks QRS “, dan sebuah gelombang T, kompleks QRS sebenarnya tiga gelombang tersendiri, gelombang Q, gelombang R, gelombang S, ke semuanya di sebabkan oleh lewatnya impuls jantung melalui ventrikel ini. Dalam eletrokardiogaram yang normal, gelombang Q dan S sering sangat menonjol dar pada gelombang R dan kadang-kadang benar-benar absen, tetapi walau bagaimanapun gelombang ini masih di kenal sebagai kompleks QRS atau hanya gelombang QRS.

Gelombang P disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu atrium mengalami depolarisasi sebelum berkontraksi, dan kompleks QRS di sebaban oleh arus listrik yang dibangkitkan ketika ventrikel mengalami depolarisasi sebelm berkontraksi. Oleh karena itu, gelombang P dan kompnen komponen kompleks QRS adalah gelombang depolarisasi. Gelombang T disebabkan oleh arus listrik yang dibangkitkan sewaktu ventrikel kembali dari keadaan depolarisasi.

3.      Durasi atau interval gelombang

a.      Interval P-Q atau interval P-R

Lama waktu antara permukaan gelombang P dan permukaan gelombang  QRS adalah interval waktua antara permulaan konraksi ventrikel. Periode ini di sebut sebagai interval P-Q. Interval P-Q adalah kira-kira 0,16 detik.kadang-kadang intervala ini juga di sebut sebagai interval P-R sebabkan gelombang Q sering tidak ada.

b.      Interval Q-T

Kontraksi ventrikel berlangsung hampir dari permulaan gelombang Q sampai akhir gelombang T. Interval ini juga di sebut sebagai interval P-R sebab gelombang Q sering tidak ada. Sinyal EKG ini memiliki siat-sifat khas yang lain yaitu: amplituda rendah ( sekitar10 ɱV- 10 Mv ) dan frekuensi rendah ( sekitar 0,05- 100 Hz )

4.      Nilai-nilai EKG normal

a.      Gelombang P yaitu depolarisasi atrium.

o   Nilai – normal : lebar <>

o   Tinggi < 0,25 >

o   Bentuk + ( ) di lead I,II,Avf,v2-v6

o   – ( ) di lead aVR

o   + atau – atau + bifasik ( ) di lead III, aVl,VI.

b.      Kopleks QRS yaitu depolarosasi dan ventrikel, diukur dari permulaan gelombang QRS sampai akhir gelombang QRS lebar 0,04-0,10 detik

o   Gelombang Q yaitu defleksi pertama yang ke bawah (-) lebar 0,03 detik, dalam  < 1/3>

o   Gelombang R yaitu defleksi pertama yang ke atas (+)

Tinggi : tergantung lead

Pada lead I,II,aVF,V5 dan V6 gelombang R lebih tinggi ( besar )

Gelombang R kecil di V1 dan semakin tinggi ( besar ) di V2-V6

o   Gelombang S yaitu defleksi pertama setelah gelombang R yang ke bawah ( -)

o   Gelombang S lebih besar pada VI-V3 dan semakin kecil di V4-V6

c.       Gelombang T yaitu repolarisasi dan ventrikel

o   ( + ) di lead I,II,Avf, V2-V6

o   (- ) DI LEAD aVR

o   ) / bifasik di lead III, Avl, VI ( Dominan (+)/ positif )

o   U: biasanya tejadi setelah gelombang T (asal-usulnya tidak diketahui) dan dalam keadaan normal tidak terlihat.



SANDAPAN PADA  EKG ( BIPOLAR UNIPOLAR )

Fungsi sadapan EKG adalah untuk menghasilkan sudut pandang yang jelas terhadap jantung. Sadapan ini diibaratkan dengan banyaknya mata yang mengamati jantung dari berbagai arah. Semakin banyak sudut pandang, semakin sempurna pengamatan terhadap kerusakan-kerusakan bagian-bagian jantung.


1.      Sadapan bipolar

Sadapan mipolar (I, II, III).  Sadapan ini dinamakan bipolar karena merekam perbedaan potensial  dari dua electrode. Sadapan ini memandang jantung secara arah vertical (ke atas-bawah, dan ke samping). Sadapan ini merekam dua kutub listrik yang berbeda yaitu kutub positif dan kutub negative. Masing-masing elektrode dipasang di kedua tangan dan kaki.

Sadapan-sadapan bipolar dihasilkan dari gaya-gaya listrik yang diteruskan dari jantung melalui empat kabel electrode yang diletakkan di kedua tangan dan kaki. Masing-masing LA (left arm), LF (left foot), RF (right foot). Dari empat kabel electrode ini akan dihasilkan beberapa sudut atau sadapan sebagai berikut:

a.      Sadapan I

Sadapan I dihasilkan dari perbedaan potensial listrik antara RA yang dibuat bermuatan negative dan LA yang dibuan bermuatan positif sehingga arah listrik jantung bergerak ke sudut 0 derajat (sudutnya ke arah lateral kiri). Dengan demikian, bagian lateral jantung dapat dilihat oleh sadapan I.

b.      Sadapan II

Sadapan II dihasilkan dari perbedaan RA yang di buat bermuatan negative dan LF yang bermuatan positif sehingga arah listrik bergerak sebesar positif 60 derajat (sudutnya kea rah inferior). Dengan demikian, bagian inferior jantung dapat dilihat oleh sadapan II.

c.       Sadapan III

Sadapan III dihaasilkan dari perbedaan antara LA yang dibuat bermuatan positif sehingga listrik bergerak sebesar positif 120 derajat (sudutnya ke arah inferior). Dengan demikian, bagian inferior jantung dapat dilihat oleh sadapan III.

2.      Sadapan Unipolar

Sadapan ini merekam satu kutub positif dan lainnya dibuat indifferen. Sadapan ini terbagi menjadi sadapan unipolar ekstremitas dan unipolar prekordial.

a.      Unipolar Ekstremitas

Sadapan unipolar ekstremitas merekam besar potensial listrik pada eksimatis. Gabungan electrode pada ekstremitas lain membentuk electrode indifferen (potensial 0).

Sadapan ini di letakkan pada kedua lengan dan kaki dengan menggunakan kabel seperti yang di gunakan pada sadapan bipolar.

Vektor dari sadapan univolar akan menghasilkan sudut pandang terhadap jantung dalam arah vertikal.

o   Sadapan aVL

Sadapan aVL dihasilkan dari perbedaan antara muatan LA yang di buat bermuatan positif dengan RA dan LF yang di buat indifferent sehingga listrik bergerak ke arah

-30 derajat ( sudutnya ke arah lateral kiri ). Dengan demikian, bagian lateral jantung dapat dilihat juga oleh sadapan aVL

o   Sadapan aVF

Sadapan aVF di hasilkan dari perbedaan antar muatan LF yang di buat bermuatan positif dengan RA dan LA di buat indeferent sehingga listrik bergerak ke arah positif 90 derajat ( tepat ke arah inferior ). Dengan demikian, bagian inferior jantung selain sadapan II dan III oleh sadapan aVF

o   Sadapan aVR

Sadapan aVR di hasilkan dari perbedaan antar muatan RA yang di buat bermuatan positif dengan LA dan LF di buat indefferent sehingga listrik bergerak ke arah berlawanan dengan arah listrik jantung – 150 derajat ( ke arah ekstrem ).

            Dari sadapan bipolar dan unipolar ekstremitas, garis atau sudut pandang jantung dapat diringkas seperti yang di gambarkan di atas. Akan tetapi, sadapan-sadapan ini belum cukup sempurna untuk mengamati adanya kelainan di seluruh permukaan jantung. Oleh karena itu, sudut pandang akan di lengkapi dengan unipolar prekordial ( sadapan dada ).

b.      Univolar prekordial

Sadapan univolar prekordial merekam besar potensial listrik dengan elektrode eksplorasi di letakkan pada dinding dada. Elektrode indifferent ( potensial 0 ) di peroleh dari penggabungan ketiga elektrode ekstremitas. Sadapan ini memandang jantung secara horizontal ( jantung bagian anterior, septal, lateral, posterior, dan ventrikel sebelah kanan ).

Penempatan di lakukan berdasrkan pada urutan kabel-kabel yang terdapat pada mesin EKG yang di mulai dari nomor C1-C6.

o   ²  V1 : ruang interkostal IV garis sternal kanan

o   ²  V2 : ruang interkostal IV garis sternal kiri

o   ²  V3 : ruang interkostal V2 dan V4

o   ²  V4 : ruang interkostal V garis midklavikula kiri

o   ²  V5 : sejajar V4 garis aksila depan

o   ²  V6 : sejajar V4 garis mid-aksila kiri.


PROSEDUR PELAKSANAAN PEMERIKSAAN PEMASANGAN EKG DAN LETAK SANDAPAN

1.      Persiapan alat-alat EKG

a.      Mesin EKG yang dilengkapi dengan 3 kabel , sebagai berikut :

b.      Satu kabel untuk listrik (power)

c.       Satu kabel untuk bumi (ground)

d.     Satu kabel untuk pasien, yang terdiri dari 10 cabang dan diberi tanda dan warna.

e.      Plat elektrode yaitu

f.        4 buah electrode  extremitas dan manset

g.      6 buah electrode dada dengan balon penghisap.

h.      Jelly electrode / kapas alcohol

i.        Kertas EKG (telah siap pada alat EKG)

j.        Kertas tissue

2.      Persiapan pasien

a.    Pasien diberitahu tentang tujuan perekaman EKG

b.    Pakaian pasien dibuka dan dibaringkan terlentang dalam keadaan tenang selama perekaman

3.      Cara menempatkan electrode

Sebelum pemasangan electrode, bersihkan kulit pasien di sekitar pemasangan manset, beri jelly kemudian hubungkan kabel electrode dengan pasien.

a.      Electrode extremitas atas dipasang pada pergelangan tangan kanan dan kiri searah dengan telapak tangan

b.      Pada extremitas bawah pada pergelangan kaki kanan dan kiri sebelah dalam

c.       Posisi pada pergelangan bukanlah mutlak, bila diperlukan dapatlah dipasang sampai kebahu  kiri dan kanan dan pangkal paha kiri dan kanan. Kemudian kabel-kabel dihubungkan:

Merah kanan-(RA/ R) lengan

Kuning (LA / L) Lengan kiri-

Hijau (LF / F) Tungkai kiri-

(RF / N) Tungkai kanan (sebagai ground)- hitam


Hasil pemasangan tersebut terjadilah 2 sandapan (lead)

1.      Sandapan bipolar ( sandapan standar ) dan ditandai dengan angka romawi I, II, III.

2.      Sandapan unipolar extrimitas (augmented axtremity leat) yang di tandai dengan symbol aVR, aVL, aVF.

3.      Pemasangan elektroda dada (sandapan Unipolar Prekordial), inidi tandai dengan hurup V dan disertai angka dibelakangnya yang menunjukan lokasi diatas prekordium, harus dipasang pada :

V1 : sela iga ke 4 garis sterna kanan

V2 :sela iga ke 4 pada garis sternal kiri

V3 : terlrtak pada V2 dan V4

V4 : ruang sela iga ke 5 pada mid klavikula kiri

Sadapan tambahan

V7 : garis aksila belakang sejajar dengan V4

V8 : garis skapula belakang sejajar dengan V4

V9 : batas kin dan kolumna vetebra sejajar dengan V4

V3R-V4R posisinya sama dengan V3-V4, tetapi pada sebelah kanan. Jadi pada umumnya pada sebuah EKG di buat 12 sandapan ( lead ) yaitu :

I,II,III, Avr, Avl,Avf

V1,v2,v3,v4,v5,v6.

Sandapan yang lain di buat bila perlu.

Lokasi permukaan otot jantung dapat di lihat pada EKG, seperti :

a.      Anterior : V2,V3,V4

b.      Septal : Avr, V1,V2

c.       Lateral : I, aVL , V5,V6

d.     Inferior : II,III, aVF

Aksis terletak antara : - 30 sampai + 110 ( deviasi aksis normal )

Lebih dari – 30 : LAD (deviasi aksi kiri)

Lebih dari + 110 : RAD ( deviadi aksis kanan)


Cara merekam EKG

1.      Hidupkan mesin EKG dan tunggu sebentar untuk pemanasan.

2.      Periksa kembali standarisasi EKG antara lain

a.      Kalibrasi 1 mv ( 10 mm)

b.      Kecepatan 25 mm/detik

Setelah itu lakukan kalibrasi dengan menekan tombol run / srart dan setelah kertas bergerak, tombol kali brasi di tekan 2-3 kali berturut- turut  dan periksa apakah 10 mm

3.      Dengan memindahkan lead selector kemudian dibuat pencatatan EKG secara berturut – turut yaitu sandapan (lead) I, II, III, aVR, aVL, aVF, V1, V2, V3, V4, V5, V6. Setelah pencatatan , tutup kembali dengan kalibrasi seperti semula sebanyak 2-3 kali, setelah itu matikan mesin EKG

4.      Rapikan pasien dan alat-alat

a.      Catat di pinggir kiri atas kertas EKG

b.      Nama pesan

c.       Umur

d.     Tanggal /jam

e.      Dokter yang merawat dan yang membuat perekaman pada kiri bawah

5.      Dibawah tiap lead, diberi tanda lead berapa, perhatian



Perhatian !

1.      Sebelum bekerja periksa dulu tegangan alat EKG.

2.      Alat selalu dalam posisi stop apabila tidak digunakan.

3.      Perekaman setiap sandapan (lead) dilakukan masing- masing 2-4 kompleks

4.      Kalibrasi dapat dipakai gambar terlalu besar, atau 2 mv bila gambar terlalu kecil

5.      Hindari gangguan listrik dan gangguan mekanik seperti : jam tangan, tremor, bergerak, batuk dan lain-lain

6.      Dalam perekaman EKG, perawat harus menghadap pasien.


Pasca prosedur EKG

Elektroda EKG dilepas. EKG tidak akan menyakitkan dan non-invasif, artinya kulit Anda sama sekali tidak akan rusak (tidak seperti jarum yang menembus kulit). Dokter dapat menginterpretasikan hasil EKG langsung berdasarkan riwayat medis kesehatan, gejala, dan pemeriksaan klinis pasien.

Setelah dirumah

Pasien dapat melanjutkan aktivitasnya seperti biasa setelah menjalani tes EKG. EKG adalah tes medis non-invasif dan tidak melibatkan penggunaan obat-obat (seperti anestesi) atau memerlukan waktu untuk pemulihan.

Kemungkinan komplikasi EKG

EKG merupakan prosedur medis yang aman, dan sejauh ini belum ditemukan risikonya. EKG tidak mengirimkan arus listrik ke tubuh Anda, artinya Anda tidak terkena stroom. Hanya saja ada kemungkinan adanya orang yang mungkin mengalami alergi atau sensitif terhadap elektroda yang menyebabkan kulit mereka gatal dan kemerahan. Namun hal ini sangat jarang terjadi.

Prospek jangka panjang

Hasil EKG akan menentukan langkah perawatan pasien selanjutnya, jika memang diperlukan perawatan. Pengobatan juga tergantung dari diagnosis tapi biasanya mencakup, misalnya:

Aritmia - obat atau operasi (seperti memasang alat pacu jantung buatan)

Penyakit arteri koroner atau serangan jantung - obat seperti beta-blocker, berhenti merokok, perubahan pola makan dan operasi bypass arteri koroner

Tekanan darah tinggi - perubahan pola makan, olahraga teratur, dan obat-obatan.


Tes lain untuk memeriksa jantung

Tes-tes lain yang dapat membantu mendiagnosis masalah jantung, antara lain:

Pemeriksaan fisik

Sinar-x (rontgen) dada

Echocardiogram (USG jantung)

Magnetic resonance imaging (MRI) atau CT scan dada

Tes darah

Kateterisasi jantung (penyisipan kateter melalui pembuluh darah pangkal paha ke jantung).



Sumber:

https://www.medkes.com/2015/09/pengertian-fungsi-prosedur-elektrokardiogram-ekg.html

http://muhamadrezapahlevi.blogspot.com/2012/05/elektrokardiogram-ekg.html

http://nersnova.blogspot.com/2012/05/elektrokardiogram-ekg.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrokardiogram

https://en.wikipedia.org/wiki/Electrocardiography



Sabtu, 10 Januari 2015

Penemu Kromosom ternyata Orang Indonesia

Joe Hin Tjio

(蔣有興[1]/ 蒋有兴 / Jiǎng Yǒuxìng)
Joe Hin Tjio.jpg
Lahir 2 November 1919
Jawa, Hindia Belanda
Meninggal 27 November 2001
Gaithersburg, Maryland, Amerika Serikat
Bidang Sitogenetika
Institusi National Institute of Health
Alma mater Institut Pertanian Bogor
Dikenal karena Penemuan kromosom manusia berjumlah 23 pasang
Penghargaan International Prize Award winner dari Joseph P. Kennedy, Jr. Foundation.

Joe Hin Tjio adalah seorang ilmuwan genetika kelahiran Indonesia, yang menemukan bahwa kromosom manusia berjumlah 23 pasang. Tjio yang dilahirkan di Pulau Jawa pada 2 November 1919, lebih sering dikenal sebagai ahli sitogenetika Amerika karena selama 23 tahun terakhir hidupnya dihabiskan di Institut Kesehatan Nasional (National Institute of Health), Amerika Serikat.

Latar Belakang

Tjio dilahirkan dari keluarga Tionghoa pada zaman pendudukan Hindia Belanda. Tjio kecil sering membantu ayahnya yang berprofesi sebagai fotografer dengan mencetak foto di dalam ruang gelap. Dia menuntut ilmu di sekolah penjajahan Belanda yang mengharuskannya untuk mempelajari bahasa Perancis, Jerman, Inggris, dan Belanda, selain bahasa nasionalnya, yaitu Indonesia. Saat melanjutkan pendidikannya di Sekolah Ilmu Pertanian, Bogor, Tjio mendalami bidang pertanian (agronomi)dan memusatkan penelitiannya pada pengembangan tanaman hibrida yang tahan terhadap penyakit.

Ketika terjadi Perang Dunia II pada tahun 1942, Tjio dipenjara selama 3 tahun oleh kolonial Jepang yang ketika itu berkuasa di Indonesia. Tjio mendekam di kamp konsentrasi dan disiksa akibat memberikan bantuan medis kepada penduduk yang membutuhkan. Setelah perang usai, dia berlayar menggunakan perahu Palang Merah yang diperuntukkan bagi pengungsi untuk berlayar ke Belanda. Negara tersebut menyediakan beasiswa untuknya di Eropa. Pada 3 bulan pertama, Tjio mendapatkan bantuan dari kerabat teman-teman yang pernah ditolongnya di penjara dan kemudian, dia dapat melanjutkan pekerjaannya di bidang pemuliaan tanaman (plant breeding) di kota Royal Danish Academy, Copenhagen selama 6 bulan. Sejak tahun 1948-1959, Tjio mendapatkan kesempatan dari pemerintah Spanyol untuk bekerja pada program pengembangan tanaman mereka. Dia mengepalai penelitian sitogenetika di Zaragoza dan pada setiap masa liburan, Tjio pergi ke Universitas Lund, Swedia, di mana ia memulai kerjasama untuk mempelajari jaringan sel mamalia dengan Institute of Genetics yang dikepalai Albert Levan.

Di Universitas Lund inilah, Tjio bertemu dengan Inga Bjorg Arna Bildsfell, seorang ilmuwan di bidang botani dan geologi yang sedang menempuh pendidikan doktoralnya di univesitas yang sama. Pada tahun 1948, dia menikah dengan Inga dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Yu-Hin Tjio.
Penemuan 23 pasang kromosom manusiaSunting
23 pasang kromosom pria.

Pada tahun 1921, Theophilus Painter secara tidak sengaja menemukan cara untuk mengamati dan menghitung jumlah kromosom pada manusia. Dia mengamati sel testis dari dua pria kulit hitam yang meminta dikebiri dengan cara membuat sayatan tipis dan diproses dengan larutan kimia. Setelah diamati di bawah mikroskop, Painter menemukan adanya serabut-serabut kusut yang ternyata adalah kromosom tak berpasangan pada sel testis dan jumlahnya 24 pasang. Selama hampir 30 tahun, para ilmuwan menyakini temuan tersebut dan mereka juga melakukan penghitungan dengan cara lain yang juga mendapatkan hasil 24 pasang kromosom manusia.

Pada 22 Desember 1955, Joe menghasilkan suatu penemuan secara kebetulan ketika dia sedang memisahkan kromosom dari inti sel (nukleus) sejumlah sel. Dia mencoba mengembangkan suatu teknik untuk memisahkan kromosom di preparat (slide) kaca. Ketika preparat tersebut diamati di bawah mikroskop, dia menemukan hasil yang mengejutkan, yaitu terdapat 46 kromosom (23 pasang) pada jaringan embrionik paru-paru manusia. Joe kemudian menuliskan temuannya dalam Scandinavian journal Hereditas, pada 26 January 1956. Di masa itu, merupakan suatu kewajiban di Eropa untuk menuliskan nama kepala lab sebagai penulis utama sebagai pengakuan/penghormatan atas bimbingan dan dukungan yang diberikan lab tersebut, namun Tjio menolak untuk melakukannya. Dia mengancam akan membuang karyanya bila tidak ditempatkan sebagai penulis utama pada jurnal temuan tersebut hingga akhirnya nama Tjio tercantum sebagai penulis utama (first author), sedangkan Albert Levan sebagai penulis pendamping (co-author).

Teknik yang dikembangkannya untuk pengamatan kromosom pada manusia merupakan salah satu temuan besar di bidang sitogenetika (cabang ilmu genetika yang mempelajari hubungan antara hereditas dengan variasi dan struktur kromosom). Tjio membantu pengembangan sitogenetika menjadi salah satu bidang penting dalam bidang medis pada tahun 1959 seiring dengan penemuan kromosom tambahan pada penderita sindrom down yang menghasilkan. Dia menunjukkan bahwa ada kaitan antara kromosom abnormal dengan penyakit tertentu.

Karier

Setelah penemuannya mengenai jumlah tepat kromosom manusia, Tjio sering mendapatkan undangan untuk mengajar atau membawakan seminar. Pada kongres internasional mengenai genetika manusia (International Human Genetics Congress) di Copenhagen tahun 1956, Tjio mendapatkan tawaran untuk pindah dan bekerja di Amerika Serikat dari Herman Muller, peraih Nobel di bidang genetika dan profesor di Universitas Indiana. Awalnya, Tjio sempat menolak sebelum pada akhirnya ia menyetujui untuk mengembangkan penelitiannya di Universitas Colorado pada tahun 1957. Beberapa saat kemudia, dia bergabung dengan Institut Nasional Artritis dan Laboratorium Penelitian Patologi terhadap Penyakit Metabolik di Bethesda, Maryland - Amerika Serikat. Bersama dengan Institut Kesehatan Nasional Amerika (National Institutes for Health), Tjio mengembangkan penelitiannya mengenai kromosom dan mempelajari lebih dalam kaitannya dengan leukimia dan keterbelakangan (retardasi) mental.

Pada 6 Desember 1962, Tjio menerima International Prize Award winner dari yayasan Joseph P. Kennedy, Jr. yang diberikan secara langsung oleh Presiden AS saat itu, John F. Kennedy untuk karyanya dalam bidang keterbelakangan mental. Pada Februari 1992, Tjio pensiun dengan status sebagai ilmuwan emeritus. Pada usianya yang ke-78 (1997), Tjio berpindah dari tempat tinggalnya di dekat NIH ke Asbury Methodist Village, suatu kompleks pensiunan di daerah Gaithersburg, Maryland. Hingga pada 27 November 2001, Tjio meninggal pada usia 92 tahun.

Daftar Pustaka

    ^ 李名揚 (July 2008), "台灣癌症醫療之母", 《科學人看》: 86–91, diakses 2011-08-03
    ^ a b ScienceBiotech.net - Sang Penemu 23 Kromosom dari Indonesia. Yepy Hardi Rustam. 17 Mei 2009. Diakses pada 26 September 2012.
    ^ NIH Record - Photographer, Prisoner, Polyglot: NIDDK's Tjio Ends Distinguished Scientific Career. Rich McManus. National Institute of Health - record. Accessed on 26 September 2012.
    ^ The New York Times: Joe Hin Tjio, 82; Research Biologist Counted Chromosomes, Wolfgang Saxon. 7 Desember 2011. Diakses pada 26 September 2012.
    ^ a b c The Guardian UK. Joe Hin Tjio:The man who cracked the chromosome count, Pearce Wright. 11 Desember 2001. Diakses pada 26 September 2012.
    ^ WashintonTimes.com: Inga Tjio, 85, geneticist’s wife, 30 Juli 2005. Diakses pada 29 September 2012.
Sumber: http://id.m.wikipedia.org/wiki/Joe_Hin_Tjio

Subhanallaah, NASA Membenarkan Matahari Akan Terbit dari Barat!!

Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat: ““Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).

Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. Dari Ibn ‘Abbas, “Maka Ubai bin Ka’ab berkata: “Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?” Rasulullah menjawab: “Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat.” (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).

_______________

MATAHARI TERBIT DARI BARAT DIBENARKAN ILMUWAN FISIKA DAN MASUK ISLAM

Ilmuwan Fisika Ukraina Masuk Islam Karena Membuktikan Kebenaran Al-qur’an Bahwa Putaran Poros Bumi Bisa Berbalik Arah
Demitri Bolykov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika.

Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori moderen yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. Akan tetapi Dimetri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari nabi saw yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini.

Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menfsirakan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan , ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.

Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat !!!

Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, ”Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya.” (dari kitab Islam wa Qishshah). (IslamIsLogic.wordpress.com )

Sumber: https://moeflich.wordpress.com/2012/05/24/subhanallaah-nasa-membenarkan-matahari-akan-terbit-dari-barat/

Sabtu, 04 Januari 2014

Sang Penemu



Abu Al Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari Andalusia. Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi era modern ini.

Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di Eropa. Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang bernama Abbas. Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah ke Andalusia.

Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur karena sebagai seorang Muslim yang taat. Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi. Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya.

Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Khalifah Al Hakam II sendiri berkuasa dari tahun 961 sampai tahun 976. Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan memperluas jalan dan pembangunan pasar.

Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang dokter tak dapat diragukan lagi. Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali. Sedangkan tulang yang geser bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah tersebut digips atau dibalut semacam semen. Dalam sebuah risalahnya, dia menuliskan, jika terdapat tulang yang bergeser maka tulang tersebut harus ditarik supaya kembali tempatnya semula. Sedangkan untuk kasus masalah tulang yang lebih gawat, seperti patah maka harus digips.

Untuk menarik tulang lengan yang bergeser, Al Zahrawi menganjurkan seorang dokter meminta bantuan dari dua orang asisten. Kedua asisten tersebut bertugas memegangi pasien dari tarikan. Kemudian lengan harus diputar ke segala arah setelah lengan yang koyak dibalut dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih besar. Sebelum dokter memutar tulang sendi sang pasian, dokter tersebut harus mengoleskan salep berminyak ke tangannya. Hal ini juga harus dilakukan oleh para asisten yang ikut membantunya dalam proses penarikan. Setelah itu dokter menggerakan tulang sendi pasien dan mendorong tulang tersebut hingga tulang tersebut kembali ke tempatnya semula.

Setelah tulang lengan yang bergeser tersebut kembali ke tempat semula, dokter harus melekatkan gips pada bagian tubuh yang tulangnya tadi sudah dikembalikan. Gips tersebut mengandung obat penahan darah dan memiliki kemampuan menyerap. Kemudian gips tersebut diolesi dengan putih telur dan dibalut dengan perban secara ketat. Setelah itu, dengan menggunakan perban yang diikatkan ke lengan, lengan pasien digantungkan ke leher selama beberapa hari. Sebab jika lengan tidak digantungkan, maka lengan terasa sakit karena masih lemah kondisinya.

Sesudah kondisi lengan semakin kuat dan membaik, maka gantungan lengan ke leher dilepaskan. Jika tulang yang bergeser itu sudah benar-benar kembali dalam posisi semula dengan baik dan sudah tidak terasa begitu sakit lagi maka buka semua balutan termasuk gips yang membalut tangan pasien. Tetapi jika tulang yang bergeser tersebut belum sepenuhnya pulih atau kembali ke tempat semula secara tepat, maka perban maupun gips yang membalut lengan pasien harus dibuka. Lalu lengan pasien dibalut lagi dengan gips dan perban yang baru setelah itu dibiarkan selama beberapa hari hingga lengan pasien benar-benar sembuh total.

Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif. Kitab tersebut berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan tehnik sublimasi. Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun 1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii. Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia. Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus.

Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.  dya/taq

Wallahu’alam bish shawab.

Paris, 31 Agustus 2010.

Vien AM.