Tampilkan postingan dengan label Rasululloh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rasululloh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 September 2017

KEMUNCULAN IMAM MAHDI

Imam Mahdi Akan Muncul Ketika Timur Tengah Diselimuti Salju
Imam Mahdi adalah seorang pemuda shalih, ia tidak berambisi menjadi pemimpin. Proses pembaiatannya dilakukan secara paksa oleh beberapa kaum muslim yang menemuinya disebuah tempat antara maqam Ibrahim dan rukun Ka’bah. Awalnya Imam Mahdi menolak karena melihat betapa berat persoalan yang akan dihadapi. Sehingga pada suatu malam Allah mengislahnya. Begitu ba’iat selesai dia dan pasukannya langsung bersiap-siap untuk memasuki kancah pertempuran. Penaklukan dunia secara total dan membersihkan dunia dari kebatilan.

Awalnya pasukannya berjumlah kecil namun peristiwa ajaib dengan tenggelamnya sepasukan musuh yang mengejarnya membuat banyak kaum muslimin yang lain dari pemuka Syam dan Iraq mendukungnya, namun pendukung terbesarnya berasal dari Ashabu Rayati As sud dari Negara Afghanistan.


A. Dari Abdullah bin Umar RA katanya, “Adalah Rasulullah SAW bersama-sama dengan sekumpulan Muhajirin dan Ansar. Ali bin Abi Talib KMW di sebelah kirinya dan Abbas di sebelah kanannya, ketika Abbas dan seorang lelaki dari kalangan Ansar bertelagah. Sahabat Ansar itu bercakap dengan agak kasar kepada Abbas. Maka Rasulullah SAW memegang tangan Abbas dan tangan Ali lalu bersabda, “Daripada keturunannya (sambil menunjukkan Abbas) akan datang seorang pemuda yang akan memenuhkan dunia ini dengan penindasan dan kezaliman, dan daripada keturunannya (sambil menunjuk Ali) muncul seorang lelaki yang akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan dan kesaksamaan. Jika kamu semua melihat yang demikian, berbaiatlah kepada Pemuda dari Bani Tamim itu yang datang dari arah Timur. Dialah pemilik Panji-panji Al-Mahdi.” (At-Tabrani, Abu Nuaim, Al-Khatib & Al-Kidji)

B. Kata Sauban RA, “Kemudian baginda SAW menyebutkan sesuatu yang aku tidak berapa ingat, kemudian bersabda, “Kalau kamu semua melihatnya, datangilah mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salju kerana padanya ada Khalifah Allah, iaitu Al-Mahdi.”(Ibnu Majah)

C. Dari Sauban RA katanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kamu melihat Panji-panji Hitam datang dari arah Khurasan, bersegeralah mendatangi mereka, walaupun terpaksa merangkak di atas salju kerana padanya ada Khalifah Allah, Al-Mahdi.”

D. Dari Sauban RA katanya Rasulullah SAW bersabda, “Panji-panji Hitam akan datang dari arah Timur, hati mereka bagaikan kepingan-kepingan besi. Sesiapa yang mendengar mengenai mereka, datangilah mereka walaupun terpaksa merangkak di atas salju.”

E. Sabda Nabi SAW, “Akan keluar dari sulbi ini (Sayidina Ali KMW) seorang pemuda yang akan memenuhkan dunia ini dengan keadilan. Maka apabila kamu meyakini yang demikian itu, hendaklah kamu turut menyertai Pemuda dari Bani Tamim itu. Sesungguhnya dia datang dari sebelah Timur dan dialah pemegang Panji-panji Al-Mahdi.” (At-Tabrani)

Hal yang unik adalah kenapa dikatakan pada saat turunnya Panji Hitam dan pada saat pembai’atan kata-katanya memakai “walaupun merangkak diatas salju” dimana kita tahu bahwa di semenanjung Arab bukanlah daerah bersalju atau daerah dingin tapi daerah pasir gersang. Kenapa tidak dikatakan “walaupun merangkak di pasir pada panas teriknya matahari”. Mungkin ini merupakan isyarat pula untuk umat Islam berkumpul pada masa perang akhir jaman ini atau ini menjadi isyarat tersirat buat kapan Pasukan Panji Hitam untuk turun ke Mekkah.

“Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” (HR Abu Dawud 4074)

Jadi ada beberapa perkiraan tanda-tanda untuk umat Islam umumnya, antara lain, mungkin :
1.    Bila benar-benar ada kejadian dan melihat Mekkah terjadi hujan salju atau dilapisi salju
2.  Bila itu benar-benar ada kejadian adalah di bulan Haji (sebagian peneliti masalah akhir jaman beranggapan pembai’atan terjadi pada bulan Haji) namun ada sejarah juga mencatat serangan dari al-Qaramithah pada abad ke-4 Hijriyah hingga mengambil perbendaharaan Kabah dan membunuh orang-orang berhaji di seputar Masjidil haram,
3.  Turunnya Pasukan Panji Hitam ke Madinah dan Mekkah yang di pimpin pemuda Bani Tammim (bagian yang diperkirakan mendekati kebenaran pasti)
4.    Adanya pasukan yang ditenggelamkan bumi di sekitar Mekkah dan Madinah (bagian yang diperkirakan adalah sebuah kebenaran, hal yang pasti ini bila mendengarnya, maka wajib datang dan berbai’at pada Imam Mahdi)
5.  Bila itu benar-benar ada kejadian adalah Ada yang memperkirakan kejadian ini diantara 1420-1440 Hijriah, ada beberapa prediksi yang sama hasilnya pada tahun 2020 M

Bila menjumpai salah satu dari tanda itu, maka berlayarlah, terbanglah dan datanglah ke Mekkah dan Madinah walaupun harus merangkak diatas salju untuk berbait’at kepada Khalifah Amirul Mukminin dan berjihad bergabung dengan pasukan Muslim.

Kenapa bisa ada kemungkinan salju di Mekkah, penulis memperkirakan ini juga salah satu gejala alam saat sebelum atau mengikuti kejadian tiga tahunkemarau itu.


Baru-baru ini ada kejadian Timur Tengah mengalami hujan salju, penulis tidak tahu apa ini akan menggambarkan kebenaran akan halnya Madinah dan Mekah akan bersalju kelak, namun gambaran ini juga bisa mempertegas bahwa setelah masa hujan salju atau pas masa awal huru-hara ini, Arab Saudi akan kembali hijau oleh pepohonan dan adanya air-air sungai yang mengalir, bisa jadi juga faktor iklim setelah peristiwa salju ini dalam isyarat dengan mulai lelehnya air dari salju tersebut merupakan salah satu faktor agar tanah suci ini akan kembali hijau oleh pepohonan dan sungai-sungai seperti dalam gambaran sebuah hadis, “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai bumi Arab akan menjadi subur dan bersungai,” (HR Muslim)


Hudzaifah al-Yamani (ra) meriwayatkan, Sesungguhnya Nabi (SAW) pernah menyebutkan fitnah yang akan terjadi antara orang Timur dan Barat. Beliau (SAW) pernah berkata, ….kita juga akan mendapatkan ujian, (yaitu) akan muncul Sufyani dari bukit tandus. Ia berkuasa di Damaskus, kemudian mengutus dua bala tentara. Tentara pertama diperintahkannya menuju ke arah timur, sedangkan tentara kedua menuju ke Madinah, Ketika mereka sampai di negara Baylonia, tepatnya di sebuah kota yang dilaknat, mereka membunuh lebih dari 3000 jiwa. Dan memperkosa tak kurang dari 100 orang wanita. Mereka menymbelih 300 kambing milik sebuah kaum Bani Abbas.

ketika Sufyani atau Dajjal kecil mengirim tentara ke arah timur (penulis lebih mengartikan kepada Dajjal kecil sebabnya di dalam hadis-hadis judulnya adalah diberi kata 2 tanduk setan dari Timur, namun dihadis-hadisnya sendiri hanya berkata tanduk setan dari timur) memperlihatkan keburukannya di timur tersebut, maka keluarlah penantangnya dari arah timur juga, Pasukan Panji Hitam, maka berperanglah mereka, sementara itu pula Sufyani akan mengirimkan tentara ke Madinah.

Pasukan Panji Hitam yang mendengar kabar angin dahuluan ini pun turun ke Madinah untuk mempersiapkan diri dan yang kebetulan di Madinah telah terjadi huru-hara dari 3 anak Khalifah, bisa jadi ini adalah permintaan dari salah satu anak khalifah kepada Sufyani. Pasukan Panji Hitam merasa lebih condong untuk menyelesaikan konflik di Madinah dahuluan dari pada yang lain yang akhirnya dikejar oleh Pasukan Sufyani atau Dajjal kecil ini nantinya. Dimana Panji Hitam yang dikejar ini akan mendapatkan Imam Mahdi.

Atas kehendak Allah SWT, Pasukan Sufyani dibenamkan ke pasir, maka inilah tanda besar Imam Mahdi muncul dan terdengar luas hingga banyak yang datang berbai’at kepadanya. Sufyani atau Dajjal kecil ini akan dibunuh Imam Mahdi pada saat mengadakan penaklukan semenanjung Arab.

Aisyah Umul Mu’minin telah berkata: “Pada suatu hari tubuh Rasulullah bergetar dalam tidurnya.” Lalu kami bertanya: “Mengapa engkau melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan sebelumnya wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Akan terjadi suatu keanehan, yaitu bahwa sekelompok orang dari umatku akan berangkat menuju Baitullah (Ka’bah) untuk memburu seorang ‘laki-laki’ Quraisy yang pergi mengungsi ke Ka’bah. Sehingga apabila orang-orang tersebut telah sampai di sebuah padang pasir (Al Baida’) maka mereka ditelan bumi.” Kemudian kami bertanya: “Bukankah di jalan padang itu terdapat bermacam-macam orang?” beliau menjawab: “Benar, diantara mereka yang ditelan tersebut ada yang sengaja pergi untuk berperang, ada pula yang dipaksa untuk berperang serta ada pula orang yang sedang berada dalam suatu perjalanan, akan tetapi mereka binasa dalam satu waktu dan tempat yang sama. Sedangkan mereka berasal dari arah (niat) yang berbeda-beda. Kemudian Allah akan membangkitkan mereka pada hari kebangkitan menurut niat mereka masing-masing.” Riwayat Imam Bukhari pada kitab Al Buyu’ , Bab: Ma Dzukira fii Al Aswaak.

Dengan demikian orang-orang akan tahu bahwa laki-laki yang kembali ke Baitullah (Ka’bah) tersebut adalah Khalifatullah Al Mahdi, dimana Allah memberinya perlindungan dan pembelaan untuknya dengan membenamkan tentara yang akan mengejarnya, yakni tersungkur ke perut bumi.

Apabila orang-orang sudah mengetahui hal tersebut, maka mereka akan membai’atnya (membai’at Al Mahdi) dengan utusan-utusan, kelompol-kelompok dan ia akan didatangi oleh para “mulia” negeri Syam dan Irak yang terdiri dari para waliyullah, orang-orang taat dan pilihan. Mereka semua akan membai’at Al Mahdi.

·      Pada hari minggu, 13 Januari 2002 di dataran Tabuk 1500 km dari Riyad (Ibu Kota Saudi Arabia telah turun salju dengan lebatnya. Ketebalan salju mencapai 20 cm, dan di Yordania suhu mencapai titik beku (0 derajat celcius) sebagaimana yang telah di beritakan TV Arab Saudi dan diberitakan kembali oleh Nuansa Pagi RCTI (Selasa, 15 Januari 2002)
·     
Tabuk—salah satu lokasi perang di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salju yang biasa melanda kawasan Eropa, Amerika, Australia, kini kembali turun dan menyelimuti tanah Tabuk, Arab Saudi, Ahad (15/12). Awal tahun ini hal serupa juga terjadi pada Rabu (9/1/2013) di kawasan tersebut. Worldbulletin menurunkan berita bahwa Tabuk diguyur salju yang sangat lebat, setelah beberapa jam lamanya dihantam badai yang sangat dahsyat.

·      Badai Salju juga pernah terjadi pada tahun 2009 hingga 2012 lalu.
·   voa-islam.com mencatat bahwa pada tahun 2013 tercatat dua kali jazirah Arab di guyur butiran hujan salju. Di Arab Saudi, sebelumnya Terjadi 9 Januari 2013 dan Desember 2013. Di Kota Tabuk, Januari 2013 lalu tercatat bahwa kota berjarak 1500 km dari Riyadh ini diguyur badai salju selama beberapa jam dan mengakibatkan Arab Saudi memilki gurun pasir bersalju dan menjadi suatu fenomena alam yang langka.






"Sesunguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan adalah kebanyakan mereka tidak beriman. (QS. Asy Syu'araa' : 174)

"Dan tidaklah berpecah belah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepada mereka) melainkan sesudah datang kepada mereka bukti yang nyata. (QS. Al Bayyinah : 4)

Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS. Al Hadiid : 3)

http://www.biaksambas.com/2015/10/imam-mahdi-akan-muncul-ketika-timur.html
 

Senin, 15 Agustus 2016

Fiqih Islam Menurut Al-Qur’an dan Al-Hadits

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

PENGERTIAN FIQIH
Fiqih menurut bahasa berarti paham, seperti dalam firman Allah :
“Maka mengapa orang-orang itu (orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?” (QS.An Nisa :78)

dan sabda Rasulullah :
“Sesungguhnya panjangnya shalat dan pendeknya khutbah seseorang, merupakan tanda akan kepahamannya” (Muslim no.1437, Ahmad no.17598, Daarimi no.1511)

Fiqih Secara istilah mengandung dua arti:

1. Pengetahuan tentang hukum-hukum syari’at yang berkaitan dengan perbuatan dan perkataan mukallaf (mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama), yang diambil dari dalil-dalilnya yang bersifat terperinci, berupa nash-nash al Qur’an dan As sunnah serta yang bercabang darinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.

2. Hukum-hukum syari’at itu sendiri
Jadi perbedaan antara kedua definisi tersebut bahwa yang pertama di gunakan untuk mengetahui hukum-hukum (Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haram atau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada), sedangkan yang kedua adalah untuk hukum-hukum syari’at itu sendiri (Yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnya berupa syarat-syarat, rukun –rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya).

HUBUNGAN ANTARA FIQIH DAN AQIDAH ISLAM
Diantara keistimewaan fiqih Islam –yang kita katakan sebagai hukum-hukum syari’at yang mengatur perbuatan dan perkataan mukallaf – memiliki keterikatan yang kuat dengan keimanan terhadap Allah dan rukun-rukun aqidah Islam yang lain. Terutama Aqidah yang berkaitan dengan iman dengan hari akhir.
Yang demikian Itu dikarenakan keimanan kepada Allah-lah yang dapat menjadikan seorang muslim berpegang teguh dengan hukum-hukum agama, dan terkendali untuk menerapkannya sebagai bentuk ketaatan dan kerelaan. Sedangkan orang yang tidak beriman kepada Allah tidak merasa terikat dengan shalat maupun puasa dan tidak memperhatikan apakah perbuatannya termasuk yang halal atau haram. Maka berpegang teguh dengan hukum-hukum syari’at tidak lain merupakan bagian dari keimanan terhadap Dzat yang menurunkan dan mensyari’atkannya terhadap para hambaNya.

Contohnya:

a. Allah memerintahkan bersuci dan menjadikannya sebagai salah satu keharusan dalam keiman kepada Allah sebagaimana firman-Nya :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS.Al maidah:6)

b. Juga seperti shalat dan zakat yang Allah kaitkan dengan keimanan terhadap hari akhir, sebagaimana firman-Nya :
“(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat.” (QS. An naml:3)

Demikian pula taqwa, pergaulan baik, menjauhi kemungkaran dan contoh lainnya, yang tidak memungkinkan untuk disebutkan satu persatu. (lihat fiqhul manhaj hal.9-12)

FIQIH ISLAM MENCAKUP SELURUH KEBUTUHAN MANUSIA
Tidak ragu lagi bahwa kehidupan manusia meliputi segala aspek. Dan kebahagiaan yang ingin dicapai oleh manusia mengharuskannya untuk memperhatikan semua aspek tersebut dengan cara yang terprogram dan teratur. Manakala fiqih Islam adalah ungkapan tentang hukum-hukum yang Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya, demi mengayomi seluruh kemaslahatan mereka dan mencegah timbulnya kerusakan ditengah-tengah mereka, maka fiqih Islam datang memperhatikan aspek tersebut dan mengatur seluruh kebutuhan manusia beserta hukum-hukumnya.

Penjelasannya sebagai berikut:
Kalau kita memperhatikan kitab-kitab fiqih yang mengandung hukum-hukum syari’at yang bersumber dari Kitab Allah, Sunnah Rasulnya, serta Ijma (kesepakatan) dan Ijtihad para ulama kaum muslimin, niscaya kita dapati kitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuh bagian, yang kesemuanya membentuk satu undang-undang umum bagi kehidupan manusia baik bersifat pribadi maupun bermasyarakat. Yang perinciannya sebagai berikut:

1. Hukum-hukum yang berkaitan dengan ibadah kepada Allah. Seperti wudhu, shalat, puasa, haji dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah.

2. Hukum-hukum yang berkaitan dengan masalah kekeluargaan. Seperti pernikahan, talaq, nasab, persusuan, nafkah, warisan dan yang lainya. Dan ini disebut dengan fikih Al ahwal As sakhsiyah.

3. Hukum-hukum yang berkaitan dengan perbuatan manusia dan hubungan diantara mereka, seperti jual beli, jaminan, sewa menyewa, pengadilan dan yang lainnya. Dan ini disebut fiqih mu’amalah.

4. Hukum-hukum yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban pemimpin (kepala negara). Seperti menegakan keadilan, memberantas kedzaliman dan menerapkan hukum-hukum syari’at, serta yang berkaitan dengan kewajiban-kewajiban rakyat yang dipimpin. Seperti kewajiban taat dalam hal yang bukan ma’siat, dan yang lainnya. Dan ini disebut dengan fiqih siasah syar’iah.

5. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hukuman terhadap pelaku-pelaku kejahatan, serta penjagaan keamanan dan ketertiban. Seperti hukuman terhadap pembunuh, pencuri, pemabuk, dan yang lainnya. Dan ini disebut sebagai fiqih Al ‘ukubat.

6. Hukum-hukum yang mengatur hubungan negeri Islam dengan negeri lainnya. Yang berkaitan dengan pembahasan tentang perang atau damai dan yang lainnya. Dan ini dinamakan dengan fiqih as Siyar.

7. Hukum-hukum yang berkaitan dengan akhlak dan prilaku, yang baik maupun yang buruk. Dan ini disebut dengan adab dan akhlak

Demikianlah kita dapati bahwa fiqih Islam dengan hukum-hukumnya meliputi semua kebutuhan manusia dan memperhatikan seluruh aspek kehidupan pribadi dan masyarakat.

SUMBER-SUMBER FIQIH ISLAM
Semua hukum yang terdapat dalam fiqih Islam kembali kepada empat sumber:

AL QUR’AN

Al Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Nabi kita Muhammad untuk menyelamatkan manusia dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. Ia adalah sumber pertama bagi hukum-hukum fiqih Islam. Jika kita menjumpai suatu permasalahan, maka pertamakali kita harus kembali kepada Kitab Allah guna mencari hukumnya. Sebagai contoh :

a. Bila kita ditanya tentang hukum khamer (miras), judi, pengagungan terhadap bebatuan dan mengundi nasib, maka jika kita merujuk kepada Al Qur’an niscaya kita akan mendapatkannya dalam firman Allah swt: (QS. Al maidah : 90)

b. Bila kita ditanya tentang masalah jual beli dan riba, maka kita dapatkan hukum hal tersebut dalam Kitab Allah (QS. Al baqarah : 275). Dan masih banyak contoh-contoh yang lain yang tidak memungkinkan untuk di perinci satu persatu.

AS SUNNAH
As-Sunnah yaitu semua yang bersumber dari Nabi berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan.

Contoh perkataan/sabda Nabi :
“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran”( Bukhari no.46,48, muslim no. .64,97, Tirmidzi no.1906,2558, Nasa’I no.4036, 4037, Ibnu Majah no.68, Ahmad no.3465,3708)

Contoh perbuatan:
apa yang diriwayatkan oleh Bukhari (Bukhari no.635, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no.3413, dan Ahmad no.23093,23800,34528) bahwa ‘Aisyah pernah ditanya: apa yang biasa dilakukan Rasulullah dirumahnya ? Aisyah menjawab:
“Beliau membantu keluarganya; kemudian bila datang waktu shalat, beliau keluar untuk menunaikannya.”

Contoh persetujuan :
apa yang diriwayatkan oleh Abu Dawud (Hadits no.1267) bahwa Nabi pernah melihat seseorang shalat dua rakaat setelah sholat subuh, maka Nabi berkata kepadanya:
“Shalat subuh itu dua rakaat” orang tersebut menjawab, “sesungguhnya saya belum shalat sunat dua rakaat sebelum subuh, maka saya kerjakan sekarang.” Lalu Nabi saw terdiam”
Maka diamnya beliau berarti menyetujui disyari’atkannya shalat sunat qabliah subuh tersebut setelah shalat subuh bagi yang belum menunaikannya.

As-Sunnah adalah sumber kedua setelah al Qur’an. Bila kita tidak mendapatkan hukum dari suatu permasalahn dalam Al Qur’an maka kita merujuk kepada as-Sunnah dan wajib mengamalkannya jika kita mendapatkan hukum tersebut. Dengan syarat, benar-benar bersumber dari Nabi e dengan sanad yang sahih. As Sunnah berfungsi sebagai penjelas al Qur’an dari apa yang bersifat global dan umum. Seperti perintah shalat; maka bagaimana tatacaranya didapati dalam as Sunnah. Oleh karena itu Nabi bersabda:

“shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat” (Bukhari no.595)

Sebagaimana pula as-Sunnah menetapkan sebagian hukum-hukum yang tidak dijelaskan dalam Al Qur’an. Seperti pengharaman memakai cincin emas dan kain sutra bagi laki-laki.

IJMA’
Ijma’ bermakna: Kesepakatan seluruh ulama mujtahid dari umat Muhammad saw dari suatu generasi atas suatu hukum syar’i, dan jika sudah bersepakat ulama-ulama tersebut—baik pada generasi sahabat atau sesudahnya—akan suatu hukum syari’at maka kesepakatan mereka adalah ijma’, dan beramal dengan apa yang telah menjadi suatu ijma’ hukumnya wajib.
Dan dalil akan hal tersebut sebagaimana yang dikabarkan Nabi saw, bahwa tidaklah umat ini akan berkumpul (bersepakat) dalam kesesatan, dan apa yang telah menjadi kesepakatan adalah hak (benar).
Dari Abu Bashrah ra, bahwa Nabi saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikan ummatku atau ummat Muhammad berkumpul (besepakat) di atas kesesatan” (Tirmidzi no.2093, Ahmad 6/396)

Contohnya:
Ijma para sahabat ra bahwa kakek mendapatkan bagian 1/6 dari harta warisan bersama anak laki-laki apabila tidak terdapat bapak.

Ijma’ merupakan sumber rujukan ketiga. Jika kita tidak mendapatkan didalam Al Qur’an dan demikian pula sunnah, maka untuk hal yang seperti ini kita melihat, apakah hal tersebut telah disepakatai oleh para ulama muslimin, apabila sudah, maka wajib bagi kita mengambilnya dan beramal dengannya.

QIYAS
Yaitu: Mencocokan perkara yang tidak didapatkan didalamnya hukum syar’i dengan perkara lain yang memiliki nas yang sehukum dengannya, dikarenakan persamaan sebab/alasan antara keduanya.
Pada qiyas inilah kita meruju’ apabila kita tidak mendapatkan nash dalam suatu hukum dari suatu permasalahan, baik di dalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’.
Ia merupakan sumber rujukan keempat setelah Al Qur’an, as Sunnah dan Ijma’.

Rukun Qiyas
Qiyas memiliki empat rukun: 1. Dasar (dalil), 2. Masalah yang akan diqiyaskan, 3. Hukum yang terdapat pada dalil, 4. Kesamaan sebab/alasan antara dalil dan masalah yang diqiyaskan.

Contoh:
Allah mengharamkan khamer dengan dalil Al Qur’an, sebab atau alasan pengharamannya adalah karena ia memabukkan, dan menghilangkan kesadaran. Jika kita menemukan minuman memabukkan lain dengan nama yang berbeda selain khamer, maka kita menghukuminya dengan haram, sebagai hasil Qiyas dari khamer. Karena sebab atau alasan pengharaman khamer yaitu “memabukkan” terdapat pada minuman tersebut, sehingga ia menjadi haram sebagaimana pula khamer.

Inilah sumber-sumber yang menjadi rujukan syari’at dalam perkara-perkara fiqih Islam, kami sebutkan semoga mendapat manfaat, adapun lebih lengkapnya dapat dilihat di dalam kitab-kitab usul fiqh Islam ( fiqhul manhaj, ‘ala manhaj imam syafi’i)

Wallahu A’lam

Sabtu, 27 Februari 2016

Kisah Rahasia Keajaiban Kelahiran Nabi Muhammad


Sebagai manusia pilihan dari Tuhan semesta alam yang di utus untuk menyampaikan ajaranNya, Rosululloh Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam sejak didalam kandungan telah membawa wibawa wibawa dan prabawa yang tidak dimiliki oleh bayi bayi pada umumnya. Diantara keajaiban keajaiban saat kelahiran nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam adalah seperti berikut ini :

- IBUNDANYA MERASA TENTRAM
Biasanya, seorang wanita yang sedang mengandung akan sangat cepat merasa lelah dan juga sering khawatir apakah nanti anaknya akan lahir dengan sempurna ataukah tidak. Namun keadaan tersebut tidak dirasakan oleh ibunda kanjeng nabi, Sayyidah Aminah, dan ini adalah salah satu keajaiban bawaan dari Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

Sudah sangat lazim bagi orang yang akan melahirkan pasti akan merasakan sakit luar biasa ketika dalam proses melahirkan. Namun ibunda kanjeng Nabi sama sekali tidak merasakan sakit bahkan sebaliknya, perasaannya bertambah tentram.

- LAHIR SUDAH BERKHITAN
Keajaiban yang lain adalah Rasulullah Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam lahir sudah dalam keadaan di khitan. Subhanallah.

- MEMBERI EFEK BURUK BAGI IBLIS
Kelahiran Nabi Muhammmad sholallohu 'alaihi wasallam membawa effek buruk bagi iblis dan setan setan. Setan setan yang biasanya naik turun ke langit untuk mencuri curi dengar soal kabar kabar ghaib dari para malaikat menjadi tidak bisa lagi melakukan aktifitas mencuri berita dari langit.

- AIR SUSU MELIMPAH DAN TERNAK BERKEMBANG
Halimah Al Sa'diyyah, Ibu susuan Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam, sebelum menyusui kanjeng nabi sebenarnya dia adalah seorang wanita yang telah kering air susunya. Namun ajaib, ketika beliau mau menyusui rosulullah, air susunya tiba tiba menjadi sangat melimpah.

Begitu juga dengan ternak ternak peliharaannya, semakin bertambah banyak dan gemuk gemuk.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM TAURAT
Ka'abul Akhbar berkata :" Aku melihat dalam kitab Taurat bahwa Allah telah mengabarkan tentang kelahiran Nabi besar Muhammad. Allah berfirman :" Ketika bintang yang sudah kalian kenal dengan nama bintang TSABIT itu bergerak dan berjalan dari tempatnya maka saat itulah Nabi Muhammad lahir.

Peristiwa berjalannya bintang tsabit telah disaksikan oleh orang orang yahudi. Tetapi mereka tidak mengabarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad sang nabi akhir jaman. Mereka menyembunyikan kabar baik itu karena iri dan dengki yang bercokol dalam hati mereka.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM KITAB INJIL
Kepada kaumnya Nabi Isa alaihissalam Allah juga telah mengabarkan tentang kelahiran Nabi Muhammad, seperti yang tertulis dalam kitab mereka Injil, " Ketika pohon pohon kurma yang telah kering (mati). tiba tiba krluar daunnya, maka saat itulah Nabi Muhammat telah lahir ke dunia.

Dan kabar yang tertulis dalam kitab injil itu benar benar terjadi. Karena pohon pohon kurma yang telah kering (mati) pada jaman itu kembali mengeluarkan daun daun yang segar. Hal itu diketahui oleh golongan golongan Nasrani terutama para pemimpin agama mereka. Namun mereka menyembunyikan kabar tersebut karena iri dan dengki.

- KABAR KELAHIRAN NABI MUHAMMAD DALAM KITAB ZABUR
Dalam kitab Zabur, Allah Azza wajalla memberi tanda tanda kepada umatnya Nabi Daud tentang kelahiran Nabi Muhammad yaitu berupa tanda, "Ketika mata air yang telah kalian kenal kering airnya, tiba tiba memancarkan air dengan derasnya, maka pada saat itulah waktu kelahiran Nabi Muhammad telah tiba".

Ketika nabi muhammad lahir ke dunia, tanda tanda yang dikabarkan dalam kitab Zabur itu benar benar muncul dan mereka mengetahuinya. Namun mereka menyembunyikan kabar baik itu.

- PATUNG-PATUNG DISEKITAR KA'BAH AMBRUK
Kakek Nabi Muhammad, Abdul Muthollib pernah berkata, "Ketika aku sedang berada di dalam ka'bah, dimana waktu itu ka'bah masih dipenuhi patung patung sesembahan, tiba tiba patung patung itu jatuh dari tempatnya dalam posisi bersujud di lantai ka'bah.

Kemudian aku mendengar suara dari balik dinding ka'bah yang berbunyi, "Nabi yang dipilih telah lahir, yang akan menghancurkan orang orang kafir dan membersihkan diriku dari beberapa patung berhala ini, kemudian memerintahkan untuk menyembah kepada Zat Yang Merajai Seluruh Alam.

Keajaiban yang terjadi pada tetumbuhan pada saat kelahiran nabi muhammad adalah menghijaunya tetumbuhan yang tadinya telah kering, buah buahan yang masak dengan cepat dan melengkungnya ranting ranting pohon tersebut agar orang orang mudah memetik buahnya.

Kemudian tingkah binatang binatang peliharaan orang orang Quraisy seolah olah ikut bersuka cita atas kelahiran nabi muhammad sholallohu 'alaihi wasallam.

Keajaiban yang lain adalah berhala berhala sesembahan di istana istana kaum kafir roboh bergelimpangan.

DETIK-DETIK KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SHOLALLOHU 'ALAIHI WASALLAM

Dalam kitab “An-ni’matul Kubraa’alal Aalam karya Imam Shihabuddin Ahmad bin Hajar Al-Haitami Asy-syafi’i , pada halaman 61 dijelaskan :

Sudah disebutkan bahwa sesungguhnya pada bulan ke sembilan kehamilan Sayyidah Aminah (Rabiul Awwal) ketika hari-hari menjelang kelahiran Baginda Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasallam sudah semakin mendekati, Allah swt semakin melimpahkan bermacam anugerahNya kepada keada Sayyidah Aminah mulai lepas 1 hingga malam lepas 12 Rabiul Awwal malam kelahiran Al-Musthofa Muhammad saw.

Di Malam Pertama (ke 1) :
Allah swt melimpahkan segala kedamaian serta ketentraman yang luar biasa sebagai akibatnya dia (ibunda Nabi Muhammad saw), Sayyidah Aminah mencicipi ketenangan dan kesegaran jiwa yg belum pernah dirasakan sebelumnya.

Pada malam kedua :
datang seruan berita gembira kepada ibunda Nabi Muhammad saw yang menyatakan dirinya akan mendapati anugerah yg luar biasa asal Allah swt.

Pada malam ke tiga :
tiba seruan memanggil “Wahai Aminah… telah dekat waktu kamu melahirkan Nabi yg agung serta mulia, Muhammad Rasulullah saw yang senantiasa memuji serta bersyukur pada Allah swt.”

Pada malam ke empat :
Sayyidah Aminah mendengar suara berbagai macam tasbih para malaikat secara jelas dan nyata.

Di malam ke lima :
Sayyidah Aminah bermimpi (berjumpa) Nabi Allah Ibrahim Alaihi Salam.

Pada malam ke enam :
Sayyidah Aminah menyaksikan cahaya Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam memenuhi alam semesta.

Pada malam ke tujuh :
Sayyidah Aminah melihat para malaikat silih berganti saling berdatangan mengunjungi rumahnya membawa berita gembira sehingga kebahagiaan serta kedamaian semakin memuncak.

Di malam ke delapan :
Sayyidah Aminah mendengar seruan memanggil dimana-mana, suara tadi terdengar jelas mengumandangkan “Bahagialah wahai semua penghuni alam semesta, sudah dekat kelahiran Nabi agung, Kekasih Allah swt Pencipta Alam Semesta.”

Di malam ke sembilan :
Allah swt semakin mencurahkan rahmat belas kasih kepada Sayyidah Aminah sehingga tidak ada sedikitpun rasa duka, sakit, susah, pada jiwa Sayyidah Aminah.

Pada malam ke sepuluh :
Sayyidah Aminah menyaksikan tanah Tho’if dan Mina ikut bersuka cita menyambut kelahiran Baginda Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam .

Pada malam ke sebelas :
Sayyidah Aminah menyaksikan seluruh penghuni langit dan bumi ikut bergembira menyongsong lahirnya Sayyidina Muhammad sholallohu alaihi wasallam .

Malam saat saat kelahiran Rasulullah, tepat tanggal 12 Rabiul Awwal jam 2 pagi. Pada malam ke 12 ini langit dalm keadaan cerah tanpa ada mendung sedikitpun. Saat itu Sayyid Abdul Mutholib (kakek Nabi Muhammad saw) sedang bermunajat kepada Allah Ta ala di sekitar Ka’bah. Sayyidah Aminah sendiri di rumah tanpa ada seorangpun yg menemaninya.

Tiba tiba beliau, Sayyidah Aminah melihat tiang rumahnya terbelah serta perlahan lahan muncul empat perempuan yg sangat cantik, bagus, dan jelita diliputi menggunakan cahaya yang memancar berkemilau dan semerbak harum memenuhi seluruh ruangan.

Perempuan pertama datang & berkata,”sungguh berbahagialah engkau wahai Aminah, sebentar lagi engkau akan melahirkan Nabi yang agung, junjungan seluruh alam. Beliaulah Nabi Muhammad saw. Kenalilah saya, bahwa aku ialah istri Nabi Allah Adam AS, ibunda semua umat manusia...saya diperintahakan Allah buat menemanimu.”
lalu datanglah wanita ke 2 yg menyampaiakan berita gembira, “aku adalah istri Nabi Allah Ibrohim Alaihissalam diperintahkan Allah swt buat menemanimu.”

Begitu pula menghampiri, wanita yg ke 3,”saya adalah Asiyah binti Muzahim, diperintahkan Allah buat menemanimu.”

Datanglah perempuan ke empat,”saya ialah Maryam, ibunda Isa Alaihissalam menyambut kehadiran putramu Muhammad Rasulullah.”
sehingga semakin memuncak rasa kebahagiaan dan kedamaian ibunda Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam, yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata.

Keajaiban berikutnya Sayyidah Aminah melihat sekelompok demi sekelompok manusia bersinar berdatangan silih berganti memasuki ruangan Sayyidah Aminah serta mereka memanjatkan puji-pujian kepada Allah Ta ala dengan menggunakan banyak sekali macam bahasa yang berbeda.

Sesaat berikutnya Sayyidah Aminah melihat atap rumahnya terbuka serta terlihat oleh beliau beragam bintang di angkasa yg sangat indah berkilau saling beterbangan.

Berikutnya Allah ..... memerintahkan kepada Malaikat Ridwan supaya mengomandokan semua bidadari syurga agar berdandan indah serta rapih, menggunakan segala macam bentuk perhiasan kain sutra menggunakan bermahkota emas, intan permata yang bergemerlapan, dan menebarkan wangi-wangian syurga yg harum semerbak ke segala arah. Kemudian trilyunan bidadari itu dibawa ke alam dunia oleh sang Malaikat Ridwan, terlihat wajah bidadari itu suka cita (gembira).

Lalu Allah Ta ala memanggil : “Yaa Jibril… serukanlah pada seluruh arwah para nabi, para rasul, para wali supaya berkumpul, berbaris rapih, bahwa sesungguhnya Kekasihku cahaya pada atas cahaya, agar disambut dengan baik serta suruhlah mereka menyambut kedatangan Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… perintahkanlah kepada Malaikat Malik supaya menutup pintu2 neraka dan perintahkan kepada Malaikat Ridwan buat membuka pintu-pintu syurga dan bersoleklah kamu dengan sebaik-baiknya keindahan demi menyambut kekasihKu Nabi Muhammad saw.

Yaa Jibril… bawalah trilyunan malaikat yg terdapat di langit, turunlah ke bumi, ketahuilah KekasihKu Muhammad saw sudah siap buat dilahirkan dan sekarang tiba saatnya Nabi Akhir zaman.”

Serta turunlah seluruh malaikat, maka penuhlah isi bumi ini menggunakan trilyunan malaikat. Lalu ibunda Rasulullah saw pada bumi, dia melihat malaikat itupun berdatangan membawa kayu-kayu gahru yang wangi serta memenuhi seluruh jagat raya.

Pada ketika itu pula mereka semua berdzikir, bertasbih, bertahmid, serta di waktu itu pula datanglah burung putih berkilau cahaya mendekati Sayyidati Aminah dan mengusapkan sayapnya di Sayyidah Aminah, maka di ketika itu juga lahirlah Muhammad Rasulullah sholallohu alaihi wasallam serta tidaklah Sayyidah Aminah melihat kecuali cahaya, tidak lama kemudian terlihatlah jari-jari Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam bersujud kepada Allah Azza wa jalla seraya mengucapkan, “Allohu akbar.... Allohu akbar.. Walhamdulillahi katsiro, wasubhanallahibukrotan wa asiilaa.”

Semakin memuncaklah kegembiraan semua alam dunia dan semesta serta terucaplah...
“Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… Sholawatulloh Alaika....”

Matanya bagaikan telah dipakaikan sifat mata, senyum indah terpancar dari rupanya dan hancurlah berhala-berhala dan bergembira-lah seluruh alam semesta menyambut kelahiran Nabi yg mulia.

Allahumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa'alaa alihi washohbihi wasallim

“Yaa Nabi Salam Alaika… Yaa Rasul Salam Alaika… Yaa Habib Salam Alaika… Sholawatulloh Alaikaa.... ”
Salam sejahtera untukmu duhai nabiku...

Demikian artikel tentang Kisah Nabi Muhammad : Keajaiban Saat Detik Kelahirannya.
Semoga menambah rasa cinta kita kepada beliau Sholallohu alaihi wasallam.
http://silahkanshare-ya.blogspot.co.id/2016/02/kisah-nabi-muhammad-keajaiban-saat.html?m=1

Kamis, 24 September 2015

Memaknai Qurban

Tentu kita butuh refleksi diri. Setiap tahun tidak sedikit dari kita yang menyisihkan dana untuk merayakan hari ini dengan penyembelihan hewan qurban. Namun adakah transformasi jiwa yang terjadi?. Adakah saudara-saudara kita itu merasa lebih dekat kepada Allah yang Maha Besar?. Ketika kedekatan dengan Allah tidak bertambah, jiwa tidak menjadi semakin halus dan lembut, jasad tidak semakin beramal shalih, pikiran tidak semakin cemerlang dan bijaksana tentu ada yang salah dari ritual pengorbanan mereka. Padahal sebenarnya lewat hari ini mereka dapat menemukan bukan saja amal terbaik, tetapi didekatkan oleh Allah sedekat-dekatnya sampai mencapai derajat ‘Al-Muqarrabuun'.

Ismail Amin

Memaknai Kembali Sembelihan dan Idul Qurban

Berhentilah sejenak, kita tidak harus selalu berlari. Mari kita kembali menelisik relung terdalam dari diri kita. Semoga tulisan ini yang saya tulis kembali dari nasehat ustadz-ustadz saya bisa menjadi pengantar renungan kita bersama.

Makna Idul Qurban

Idul Qurban berasal dari dua kata dalam bahasa Arab, Ied dan Qurban. "Ied" dari kata ‘aada - ya'uudu, bermakna ‘kembali'. Qurban, dari kata qaraba-yaqrabu, bermakna ‘mendekat'. ‘Qarib' adalah ‘dekat', dan ‘Al-Muqarrabuun' adalah ‘(hamba) yang didekatkan'. Idul Qurban kemudian bisa kita maknai sebagai sebuah hari dimana kita berupaya kembali pada hakikat kemanusiaan kita yang mendambakan dekat dengan yang Maha Rahim. Banyak cara yang bisa kita tempuh untuk mendekat kepada-Nya (taqarrub Ilallah), Jalaluddin Rumi menyebut, sebanyak helaan nafas manusia. Allah SWT pun memberi motivasi, "Wahai orang-orang yang beriman ! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah (jalan) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu beruntung" (Qs. Al-Maidah : 35). Salah satu cara hamba untuk lebih mendekat kepada-Nya adalah dengan menginfakkan harta, termasuk berqurban, "Ketahuilah, sesungguhnya infak itu suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah)." (Qs. At-Taubah : 99)

Tentu saja yang kita qurbankan adalah sesuatu yang kita cintai, sesuatu yang sebenarnya sangat berat untuk kita lepaskan. Sebab belumlah disebut berqurban jika yang kita keluarkan adalah sesuatu yang membuat kita tidak merasa kehilangan apa-apa, sesuatu yang ringan hati kita keluarkan. "Kamu sekali-kali tidak akan sampai pada kebajikan (Al-Birr), sebelum kamu menginfakkan (tunfiquu) bagian (harta) yang kamu cintai (mimma tuhibbuun). Dan apa saja yang kamu infakkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Ali-Imran : 92). Artinya, seseorang yang misalnya bergaji sampai 60 juta per bulannya, dengan mengeluarkan dana sejuta untuk menyembelih kambing di hari ini, apakah bisa dianggap berqurban? apakah itu sudah sampai pada tingkat ‘menginfakkan bagian harta yang dicintai'? apakah jiwa merasakan adanya rasa berqurban dibanding banyaknya sisa harta yang dimiliki? sebagaimana ayat di atas, bisakah itu mencapai derajat al-Birr?. Bisa kita bayangkan, bagaimana rasa taqarrub nabi Ibrahim as yang bersedia mengurbankan anak kesayangannya di altar persembahan atau sebagaimana Imam Ali as dan keluarganya yang memberikan makanan yang disukainya sehingga surah Al-Insan turun untuk menceritakan keutamaan mereka. Atau justru kaum paganisme yang menyembelih yang tercantik di antara gadis-gadis mereka untuk bertaqarrub kepada tuhan-tuhan mereka. Tentu kita butuh refleksi diri. Setiap tahun tidak sedikit dari kita yang menyisihkan dana untuk merayakan hari ini dengan penyembelihan hewan qurban. Namun adakah transformasi jiwa yang terjadi?. Adakah saudara-saudara kita itu merasa lebih dekat kepada Allah yang Maha Besar?. Ketika kedekatan dengan Allah tidak bertambah, jiwa tidak menjadi semakin halus dan lembut, jasad tidak semakin beramal shalih, pikiran tidak semakin cemerlang dan bijaksana tentu ada yang salah dari ritual pengorbanan mereka. Padahal sebenarnya lewat hari ini mereka dapat menemukan bukan saja amal terbaik, tetapi didekatkan oleh Allah sedekat-dekatnya sampai mencapai derajat ‘Al-Muqarrabuun'.

"Daging (hewan qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu." (Qs. Al-Hajj : 37). Hewan ternak yang saudara-saudara qurbankan hari ini sesungguhnya, bukan dagingnya, bukan darahnya, bukan tulang belulangnya, bukan harganya melainkan ketaqwaanlah yang bisa mencapai-Nya. Semoga kita bisa berqurban dan berinfaq sampai pada titik kita benar-benar berat melakukannya, sebab adanya rasa cinta yang sangat pada yang kita qurbankanlah yang bisa mendekatkan kita pada-Nya.

Idul Adha, Memaknai Penyembelihan

Nama lain Idul Qurban, adalah Idul Adha. Adha memiliki makna penyembelihan. Harus ada yang kita sembelih pada hari ini. Bukan persoalan apa kita memiliki harta atau tidak untuk menyembelih. Kita yang termasuk belum memiliki kemampuan untuk menyembelih hewan qurban, sesungguhnya telah diberi kemampuan untuk melakukan prosesi penyembelihan lain, menyembelih ‘kambing', 'sapi', maupun ‘hewan ternak' lain yang berjubelan dan beranak pinak dalam diri kita. Hewan ternak sesungguhnya tamsil dari dominasi hawa nafsu dan syahwat kita. Tamsil segala kesesatan dan keburukan; kebodohan, kedengkian, ketakaburan, buruk sangka, kemalasan, kecintaan pada hal-hal material dan aspek lainnya yang harus kita sembelih dari diri kita. Allah SWT menyebut orang-orang yang buta hati, akal dan pikirannya lebih sesat dari hewan ternak. Pendidikan dan pergaulan yang salah bisa jadi telah merubah kita yang manusia menjadi hewan-hewan ternak tanpa sadar. Jalaluddin Rumi dalam Matsnawi-ye Ma'nawi menafsirkan empat ekor burung yang disembelih dan dicincang oleh nabi Ibrahim as dalam surah Al-Baqarah ayat 260 sebagai empat ekor unggas yang ada dalam diri kita. Keempat ekor unggas itu adalah bebek yang mencerminkan kerakusan, ayam jantan yang melambangkan nafsu, merak yang menggambarkan kesombongan dan gagak yang melukiskan keinginan. Dan menurut Rumi kita hanya bisa kembali hidup sebagaimana manusia ketika kita berani menyembelih keempat unggas ini, sebagaimana Ibrahim as mencincangnya. Di antara keempat unggas ini, bebeklah yang paling mewakili karakter kebanyakan kita. Tentang bebek Rumi bercerita :

Bebek itu kerakusan, karena paruhnya selalu di tanah Mengeruk apa saja yang terbenam, basah atau kering

Tenggorokannya tak pernah santai, sesaatpun

Ia tak mendengar firman Tuhan, selain makan

minumlah !

Seperti penjarah yang merangsek rumah-rumah

Dan memenuhi kantongnya dengan cepat

Ia masukkan ke dalam kantongnya baik dan buruk

Permata atau kacang tiada beda

Ia jejalkan ke kanting basah dan kering

Kuatir pesaing akan merebutnya

Waktu mendesak, kesempatan sempit,

Ia ketakutan

dengan segera di bawahtangannya

Ia tumpukkan apapun....

Better late than never. Sudah waktunya sekarang, tidak harus selalu menunggu hari seperti ini untuk melakukan penyembelihan. Bermula hari ini, kita persembahkan diri kita yang telah tersembelih dari sifat-sifat yang sepantasnya hanya dimiliki hewan ternak kepada Allah Dzat yang Maha Suci, yang cinta kepada mereka yang senantiasa menyucikan dan menyembelih dirinya.

Idul Adha, Memaknai Kembali

"Dan sekalipun telah Kami perintahkan kepada mereka, "Bunuhlah dirimu atau keluarlah dari kampung halamanmu," ternyata mereka tidak akan melakukannya, kecuali sebagian kecil dari mereka." (Qs. An-Nisa : 66). Sudah waktunya pula kita belajar untuk ‘keluar dari kampung' kita : belajar untuk keluar dari zona nyaman dan memerdekakan diri dari dominasi nafsu jasadiyah menuju jiwa kita yang sejati. Masih ada dunia lain di luar ‘kampung' kita ini, yang bisa jadi selama ini kita anggap berbahaya. Juga harus ada upaya untuk keluar dari keegoisan diri kita dan belajar memahami orang lain. Memahami mereka yang selama ini kita kutuk karena berbeda.

Dalam surah An-Nisa' ayat 100 Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Dalam syarah 40 hadits Imam Khomeini ra menafsirkan rumah pada ayat ini adalah ego kita. Ya, rumah yang paling berat kita tinggalkan adalah kepentingan-kepentingan keakuan kita. Setiap hari kita sibuk, kecapaian dan kelelahan hanya untuk mempromosikan citra kita dihadapan manusia, hanya untuk memenuhi kepentingan diri kita. Kita masih berputar-putar di area rumah dan kampung kita, tanpa selangkahpun keluar. Rumah dan kampung telah menjadi zona nyaman yang sayang untuk kita tinggalkan, sebab melangkah keluar selalu membutuhkan pengorbanan, butuh kepayahan dan keletihan. Dalam surah Ali Imran Allah SWT berfirman, "Segeralah kamu pada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasanya seluas langit dan bumi, disediakan bagi orang-orang yang taqwa, yaitu orang-orang yang menginfakkan hartanya dalam suka dan duka, orang yang sanggup mengendalikan amarahnya, yang memaafkan orang lain dan sesungguhnya Allah suka dengan orang yang berbuat baik." Bersegera menuju Allah SWT berarti melangkah menjauh dari rumah keakuan kita, meninggalkan kampung ego kita, kembali keharibaan-Nya yang penuh kasih. Kembali kepada-Nya tidaklah selalu berarti mati dan meninggalkan dunia ini. Rasulullah saww bersabda, "Mutu qabla antamutu, matilah sebelum kamu mati." (Bihar Al-Anwar 66:317). Kematian pada kata perintah mutu adalah kematian mistikal, kematian ego atau kematian diri. Ibnu Arabi menyebutnya al mawt al-iradiy, kematian keinginan.

Adalah benar, bahwa kita adalah makhluk organis --begitu kata A.N. Whitehead-- yang bebas menentukan hidup. Kita bebas menentukan atau merancang jenis hidup apa yang kita inginkan. Kita bebas untuk memilih, hidup sebagai manusia atau berkubang seperti hewan ternak. Tetap berleha-leha di dalam rumah dan kampung yang bukan negeri kita sebenarnya, atau berhijrah kembali menuju-Nya. Tidak terdengarkah panggilan mesra Ilahi, "Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya." (Qs. Al-Fajr : 27-28)

Selamat Hari Raya Idul Adha.

Jumat, 17 Juli 2015

Amalan Sunnah sebelum melaksanakan Solat Id

Nabi Muhammad telah mengajarkan sejumlah amalan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Baik sebelum, saat pelaksanaan, maupun sesudah salat Id pada 1 Syawal.

Dream - Idul Fitri adalah hari kemenangan. Umat Muslim di sekujur Bumi dengan suka cita merayakannya. Mereka berbondong ke masjid-masjid dan tanah lapang untuk menunaikan salat Id pada 1 Syawal.

Nabi Muhammad telah mengajarkan sejumlah amalan dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Baik sebelum, saat pelaksanaan, maupun sesudah salat Id pada 1 Syawal.

Ajaran-ajaran tersebut bisa berupa tuntunan perkataan maupun kebiasaan yang dilakukan oleh Nabi. Tuntunan-tuntunan tersebut tertuang dalam hadis yang diriwayatkan oleh para sahabat.

Berikut sejumlah sunnah Nabi saat akan salat Idul Fitri:

1. Mengumandangkan takbir

Mengumandangkan takbir di masjid-masjid, musala dan rumah-rumah pada malam hari raya, sejak terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhutbah pada hari raya Idul Fitri. ANjuran ini ditulis dalam Kitab Raudlatut Thalibin.

2. Mandi sebelum salat Id

Sebagaimana salat Jumat, Nabi selalu mandi sebelum berangkat ke tempat salat Id, baik salat Idul Fitri maupun Idul Adha.

Dalam hadir riwayat Ibnu Majah, Nabi bersabda: "Dan dari Amdullah bin Abbas Raliyallahu Anhuma, ia berkata, 'Bahwasannya Nabi Sallallahu Alaihi wa Sallam mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."

3. Memakai pakaian terbaik dan wewangian

Menggunakan pakaian terbaik saat salat Idul Fitri dan Idul Adha merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad. Tak hanya itu, Nabi juga menganjurkan memakai wewangian.

"Dari Ali bin Abi Thalib Radhiallahu ‘Anhu, bahwa: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerintahkan kami pada dua hari raya untuk memakai pakaian terbaik yang kami punya, dan memakai wangi-wangian yang terbaik yang kami punya, dan berkurban dengan hewan yang paling mahal yang kami punya." (HR. Al Hakim dalam Al Mustadrak)

4. Makan sebelum salat Idul Fitri

Nabi Muhammad selalu makan sebelum melaksanakan salat Id. Walaupun hanya sedikit. Sejumlah hadis menjadi dasar tuntunan ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, "Janganlah keluar pada hari Idul Fitri sampai dia makan dulu, dan janganlah makan ketika hari Idul Adha sampai dia shalat dulu." (HR. At Tirmidzi No. 542, Ibnu Majah No. 1756, Ibnu Hibban No. 2812, Ahmad No. 22984)

"Pada saat Idul Fitri Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidaklah berangkat untuk shalat sebelum makan beberapa kurma.” Murajja bin Raja berkata, berkata kepadaku ‘Ubaidullah, katanya: berkata kepadaku Anas, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: "Beliau memakannya berjumlah ganjil"." (HR. Bukhari)

5. Melaksanakan salat Id di lapangan

Imam Abu Hamid Al Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin berkata, "Disukai melaksanakan salat Id di tanah yang luas, kecuali di Mekah dan Bautul Maqdis. Sekiranya hari itu hujan, tidak mengapa melaksanakannya di masjid. Dan dibolehkan pada hari yang sangat panas berdebu, imam menyuruh seorang laki-laki untuk salat Id bersama orang-orang lemah di masjid, sementara ia keluar ke tanah lapang bersama orang-orang yang kuat seraya bertakbir."

Dan dalam hadis sahih riwayat Imam Al Bukhari dan Muslim, Nabi bersabda: "Dan dari Abu Sa'id Al Khudri Radiyallahu Anhu, ia berkata, 'Adalah Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Sallam, beliau keluar pada hari Idul Fitri dan Adha ke musala. Dan yang pertama kali beliau lakukan adalah salat."

Yang dimaksud musala dalam hadis itu adalah tanah lapang yang terletak di pintu masuk Madinah sebelah timur. Sedangkan yang dimaksud 'yang pertama kali dilakukan adalah salat', yaitu Nabi Muhammad tidak memulai dengan khutbah terlebih dahulu.

Nabi menganjurkan salat Id di tanah lapang karena saat itu jumlah kaum Muslim yang ingin ikut salat Id sangat banyak. Sehingga hanya hanya tanah lapang saja yang dapat menampung jamaah.

6. Mengajak semua keluarga ke tempat salat Id

Idul Fitri maupu Idul Adha merupakan hari kemenangan untuk umat Muslim. Pada kedua hari raya itu, Nabi mengajak semua keluarganya ke tanah lapang tempat pelaksanaan salat Id.

Dalam hadir riwayat Ibnu Majah dan Al Baihaqi Nabi bersabda: "Bahwasannya Rasulullah Salallahu Alaihi wa Sallam menyuruh istri-istri dan anak-anaknya keluar pada dua hari raya."

Bahkan dalam hadis lain, yang diriwayatkan Al Jama'ah, menyebutkan Nabi tak hanya menyuruh anak dan istrinya ke tanah lapang, melainkan juga para meminta untuk ke tanah lapang tempat pelaksanaan salat Id, termasuk mereka yang haid, lanjut usia, remaja, dan anak-anak.

7. Jalan kaki menuju tempat salat Id

Salah satu kebiasaan Nabi Muhammad sebelum salat Id adalah berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat Id. Dalam sebuah hadis riwayat At Tirmidzi disebutkan, "Dan dari Ali Abi Thalib Radhiyallahu Anhu, ia berkata, 'Termasuk dari sunnah adalah keluar pada hari raya dengan berjalan kaki."

Dalam kitab Zad Al-Ma'ad juga disebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim bahwa Rasulullah keluar dari rumah menuju tempat pelaksanaan salat Id dengan berjalan kaki sambil membawa tombak untuk ditancapkan di depan tempat salatnya sebagai pembatas.

Namun demikian, para ulama membolehkan masyarakat naik kendaraan saat menuju ke lokasi salat Id.

Sumber : http://m.dream.co.id/news/6-anjuran-nabi-sebelum-salat-idul-fitri-150713y.html

Sabtu, 21 Maret 2015

Rahasia Rasululloh tetap Sehat

Inilah Rahasia Kenapa Nabi Muhammad Hanya Sakit Dua Kali

TRIBUNPEKANBARU.COM -  Kesehatan merupakan aset kekayaan yang tak ternilai harganya. Ketika nikmat kesehatan dicabut oleh Allah SWT, maka manusia rela mencari pengobatan dengan biaya mahal bahkan ke tempat jauh sekalipun.

Sayangnya, hanya sedikit orang yang peduli dan menjaga nikmat diberikan Allah tersebut sebelum dicabut-Nya kembali.

Lalu, apa kunci sehingga Rasulullah hanya jatuh sakit dua kali sepanjang hayatnya, pertama, ketika diracun oleh seorang perempuan Yahudi ketika ia menghidangkan makanan kepada Nabi Muhammad SAW. Kedua, jelang mangkatnya.

Kuncinya, Nabi Muhammad SAW mengamalkan menghirup udara segar di waktu subuh. Beliau bangun sebelum subuh dan melaksanakan qiyamul lail. Para pakar kesehatan menyatakan, udara sepertiga malam terakhir sangat kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain.

Sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh. Hal itu sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya selama seharian penuh.

Rasulullah SAW bersabda, “Nikmat pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah ketika dikatakan kepadanya, “Bukankah Aku telah menyehatkan badanmu serta memberimu minum dengan air yang menyegarkan?” (HR. Tirmidzi: 3358. dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani).

Menurut Indra Kusumah SKL, S.Psi dalam bukunya “Panduan Diet ala Rasulullah”, kesehatan sering dilupakan, padahal ia seakan-akan bisa diumpamakan sebagai mahkota indah di atas kepala orang-orang sehat yang tidak bisa dilihat kecuali oleh orang-orang yang sakit.

Sepintas masalah makan ini tampak sederhana, namun ternyata dengan pola makan yang dicontohkan Rasulullah mampu menjawab semua itu. Beliau terbukti memiliki tubuh yang sehat, kuat dan bugar.

Ketika Kaisar Romawi mengirimkan bantuan dokter ke Madinah, ternyata selama setahun dokter tersebut kesulitan menemukan orang yang sakit. Dokter tersebut bertanya kepada Rasulullah tentang rahasia kaum muslimin sangat jarang mengalami sakit.

Pakar kesehatan selama ini mengenal dua bentuk pengobatan yaitu pengobatan sebelum terjangkit penyakit atau preventif (ath thib Al wiqo’i) dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at thib al’ilaji).

Dengan mencontoh pola makan Rasulullah tersebut, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza).

Beberapa gambaran pola hidup sehat Rasulullah berdasarkan berbagai riwayat bisa dipercaya, sebagai berikut:

1. Di pagi hari, Rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi. Organ tubuh tersebut sangat berperan dalam konsumsi makanan. Apabila mulut dan gigi sakit, maka biasanya proses konsumsi makanan menjadi terganggu.

2. Di pagi hari juga, Nabi Muhammad SAW membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli. Khasiatnya luar biasa. Dalam Alquran, madu merupakan syifaa (obat) yang diungkapkan dengan isim nakiroh menunjukkan arti umum dan menyeluruh. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

3. Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Ia bersabda, “Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan olehnya kemudian dinetralisir oleh zat-zat terkandung dalam kurma.

Seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah selamat dari racun tersebut.

4. Menjelang sore hari, menu Rasulullah biasanya adalah cuka dan minyak zaitun. Selain itu, Nabi juga mengonsumi makanan pokok seperti roti. Manfaatnya banyak sekali, di antaranya mencegah lemah tulang, kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan melancarkan pencernaan.
Roti yang dicampur cuka dan minyak zaitun juga berfungsi mencegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

5. Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Beberapa riwayat mengatakan, Rasulullah selalu mengonsumsi sana al makki dan sanut. Menurut Prof Dr Musthofa, di Mesir keduanya mirip dengan sabbath dan ba’dunis.

Mungkin istilahnya cukup asing bagi orang di luar Arab, tapi dia menjelaskan, intinya adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.

6. Rasulullah tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.

7. Disamping menu wajib di atas, ada beberapa makanan disukai Rasulullah tetapi tidak rutin mengonsumsinya. Di antaranya, tsarid yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak.

Beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu air, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian, beliau juga senang makan buah anggur dan hilbah (susu). Qitsa adalah sejenis buah-buahan mirip mentimun tetapi ukurannya lebih besar (Hirbis)

8. Nabi Muhammad SAW sering menyempatkan diri untuk berolahraga. Terkadang beliau berolahraga sambil bermain dengan anak-anak dan cucu-cucunya. Pernah pula ia lomba lari dengan istri tercintanya, Aisyah RA.

9. Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Alasannya, ia tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya. Biasanya beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Istirahat cukup dibutuhkan oleh tubuh karena tidur termasuk hak tubuh.

10. Pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis).

Fakta-fakta di atas menunjukkan pola makan Rasulullah ternyata sangat cocok dengan irama biologi berupa siklus pencernaan tubuh manusia yang oleh pakar kesehatan disebut circadian rhytme (irama biologis). Inilah yang disebut dengan siklus alami tubuh yang menjadi dasar penerapan Food Combining (FC).

Selain itu, ada beberapa makanan yang dianjurkan untuk tidak dikombinasikan untuk dimakan secara bersama-sama. Makanan-makanan tersebut antara lain: jangan minum susu bersama makan daging, jangan makan ayam bersama minum susu, jangan makan ikan bersama telur, jangan makan ikan bersama daun salad, Jangan minum susu bersama cuka, jangan makan buah bersama minum susu. (fakhrurrodzi/berbagai sumber)

Sumber: http://pekanbaru.tribunnews.com/tag/nabi-muhammad-saw?url=2015/02/21/inilah-tips-kenapa-nabi-muhammad-hanya-dua-kali-sakit